Malang, 27 Agustus 2026 — Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga, Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Malang (UM), kembali menginisiasi forum akademik strategis melalui kuliah tamu bertema “Manajemen Pangan Halal di Industri HORECA (Hotel, Restoran, Cafe/Catering)” yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 08.00–12.00 WIB, bertempat di Seminar Room Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 Lantai 3 Universitas Negeri Malang. Kegiatan yang digagas dan dikelola sepenuhnya oleh Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga ini diikuti oleh 82 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen, dengan menghadirkan Dr. Nizmah Jatisari Hidayah, S.P., M.P. dari IPB University Bogor sebagai narasumber tamu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa Tata Boga UM dalam manajemen pangan halal guna menjawab tantangan industri hospitality dan kuliner yang terus berkembang.

Sebagai penyelenggara, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM merancang keseluruhan rangkaian kegiatan, mulai dari penentuan tema, koordinasi dengan narasumber dari IPB University, hingga fasilitasi jalannya diskusi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UM, yang menekankan pentingnya pemahaman komprehensif mengenai penjaminan produk halal bagi calon profesional di bidang kuliner dan tata boga. Dalam sesi inti, Dr. Nizmah Jatisari Hidayah memaparkan manajemen pangan halal dalam industri HORECA, mencakup tahapan pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian yang menjadi bagian penting dari sistem penjaminan halal. Mahasiswa Tata Boga UM berperan aktif sebagai peserta sekaligus penyelenggara teknis, terlibat dalam sesi diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan manajemen pangan halal serta mengaitkannya dengan praktik pengelolaan makanan di lingkungan industri hotel, restoran, kafe, dan katering.

Melalui inisiatif Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM dalam menyelenggarakan kegiatan ini, kontribusi nyata diberikan terhadap pencapaian SDG 12: Responsible Consumption and Production, karena pembekalan manajemen pangan halal yang terencana dan bertanggung jawab mendukung terciptanya proses produksi dan penyediaan pangan yang sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan kompetensi 82 mahasiswa Tata Boga UM sebagai calon sumber daya manusia profesional di sektor kuliner, perhotelan, restoran, kafe, dan katering. Dengan menjadi inisiator dan pengelola forum akademik ini, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja di industri HORECA yang menerapkan pengelolaan pangan secara bertanggung jawab.

Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., selaku Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UM, menyampaikan, “Integrasi standar halal dalam manajemen operasional HORECA bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi kunci untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata dan kuliner nasional. Mahasiswa Tata Boga perlu memiliki pemahaman komprehensif mengenai penjaminan produk halal sebagai bekal menjadi profesional di bidang ini.” Ke depan, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UM berharap dapat terus menginisiasi kolaborasi akademik serupa secara berkelanjutan, guna memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus membangun kesiapan mereka untuk berkontribusi secara profesional dalam industri HORECA yang menerapkan pengelolaan pangan secara bertanggung jawab.
