Latar belakang

Animasi merupakan kumpulan gambar animasi yang menceritakan sebuah kisah dan menjelaskan setiap interaksi antar karakter dalam cerita selangkah demi selangkah. Gambar satu dengan gambar lainnya mempunyai urutan yang sistematis dan harus menunjukkan hubungan antara gambar sebelumnya dengan gambar berikutnya. Dalam konteks ini, animasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah animasi 3D. Animasi tiga dimensi merupakan benda dengan tiga dimensi: panjang, lebar dan kedalaman. Konsep ini sangat mirip dengan dunia nyata sehingga disebut dunia palsu atau dunia maya. Pada penelitian ini penulis memfokuskan untuk membahas tentang modeling. 3D modeling merupakan rangkaian membuat representasi 3D dari latar belakang atau objek apa pun dengan memanipulasi poligon, tepi, dan simpul dalam ruang simulasi 3D. Pembuatan model 3D dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan perangkat khusus. Dasar 3D modeling dapat dilakukan dengan membuat 3D shape geometric atau bangun ruang tiga dimensi. 3D shape geometric adalah suatu objek yang bisa dilihat di sisi manapun dengan bentuk tertentu seperti kubus, kerucut, lingkaran, segitiga, limas dan lain-lain (Splashlearn, 2022). Di dalam membuat modeling 3D shape geometric ada banyak aplikasi 3D yang bisa digunakan salah satunya penulis menggunakan aplikasi Blender.

Tujuan

Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk merancang video animasi 3D dan menyederhanakan serta membuat daya tarik tahap modeling dalam Blender dengan 3D shape geometric khususnya bagi pemula. Video ini juga menguji pemahaman pemula setelah menonton film animasi 3D mengenai pengenalan awal dalam belajar aplikasi Blender pada tahap modeling. Dengan adanya video 3D animasi modeling shape geometric kegiatan eksplorasi mengenai Blender bisa lebih luas dan dapat menghasilkan animasi atau visual yang tidak kalah menarik dengan fitur lain

Keterlibatan unsur fakultas

Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh mahasiswa D4 Animasi angkatan 2020 atas nama Aden Royyan Tahta dan dibimbing oleh dosen pembimbing Joko Samodra, S.Kom., M.T. dan Ibu Bunga Fefiana Mustikasari, S.Sn., M.Ds.

Hasil yang diperoleh

Hasil akhir dari perancangan ini adalah video animasi berdurasi 3 menit 59 detik dengan resolusi 1920 x 1080 dalam format MP4. Media ini divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, dengan hasil validasi 89,58% pada aspek media dan 82,5% pada aspek materi, yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Media ini kemudian diuji pada para pemula yang terdiri dari tiga puluh tiga orang. Hasil penilaian menunjukkan bahwa film animasi ini berhasil menyampaikan pesan secara menarik dan mudah dipahami oleh audiens, dengan indeks skor rata-rata 87,5%, yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Film ini didistribusikan melalui platform media sosial YouTube.

Kontribusi sesuai SDG

Perancangan “Animasi 3d Sebagai Pengenalan Basic Modeling 3d Di Software Blender Untuk Pemula” bertujuan merancang video animasi 3D dan menyederhanakan serta membuat daya tarik tahap modeling dalam Blender dengan 3D shape geometric khususnya bagi pemula. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap SDG 4 (Quality Education) dengan mencakup beberapa aspek penting. 

Pertama, penggunaan animasi 3d sebagai media informasi membuat konsep pengenalan lebih mudah dipahami oleh pemula yang kesulitan memahami materi Blender 3d. Ini meningkatkan akses terhadap informasi pendidikan berkualitas. 

Kedua, animasi ini mendorong pendidikan yang inklusif dengan menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka yang mungkin tidak terpapar pendidikan formal mengenai Blender 3d.

Ketiga, dengan memahami pengenalan awal 3d melalui aplikasi Blender, pemula akan lebih paham dalam melihat video tersebut, yang merupakan keterampilan penting dalam pendidikan berkualitas. 

Namun, kegiatan ini juga dapat terkait dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) karena meningkatkan kualitas pendidikan berkontribusi pada keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang kerja dan mengurangi ketimpangan sosial. Disamping itu produk penelitian ini juga memiliki nilai komersial yang dapat meningkatkan dampak ekonomi bagi pembuatnya Secara keseluruhan, meskipun utama kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education), dampak positifnya dapat meluas ke tujuan-tujuan SDG lainnya yang berhubungan dengan pembangunan manusia dan sosial