Kuliah Tamu Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital dengan tema “Information Management in The Digital Era” dengan Dr. Husain Hashim dari Universitas Teknologi MARA Selangor Branch, Malaysia.

Kuliah Tamu Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital dengan tema “Information Management in The Digital Era” dengan Dr. Husain Hashim dari Universitas Teknologi MARA Selangor Branch, Malaysia.

Pada Kamis, 6 November 2025, Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan Kuliah Tamu bertema “Information Management in The Digital Era.” yang menghadirkan Dr. Husain Hashim dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Selangor Branch, Malaysia sebagai narasumber utama.  Berlokasi di GKB A19 , Mahasiswa terlihat antusias mengikuti pemaparan dari narasumber yang inspiratif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Sarjana Terapan Perpustakaan Digital dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan peluang manajemen informasi di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Di era digital saat ini, kemampuan dalam mengelola, memanfaatkan, dan melestarikan informasi secara efektif menjadi kompetensi penting bagi calon profesional di bidang perpustakaan digital. Melalui kegiatan ini pun, mahasiswa diajak untuk memahami penerapan information management dalam sistem perpustakaan modern serta bagaimana Artificial Intelligence (AI) berperan dalam mendukung pengelolaan informasi yang efisien dan adaptif.

Kuliah tamu ini bertujuan untuk memberikan wawasan akademik dan praktis tentang bagaimana pentingnya manajemen informasi di era digital, sekaligus memperkuat jejaring akademik antara Universitas Negeri Malang dan Universiti Teknologi MARA Malaysia. Vira, selaku panitia dari sie Publikasi dan Dokumentasi menyampaikan, “Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa dalam memahami tantangan dan peluang profesi di bidang informasi digital.”

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini sempat menghadapi beberapa kendala teknis seperti keterlambatan waktu dan perubahan moderator secara mendadak. Namun, berkat koordinasi yang baik antara panitia dan dosen, acara tetap berjalan dengan lancar. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama sesi berlangsung, terutama saat pembahasan mengenai penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan informasi digital yang menjadi topik utama karena relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, seluruh panitia menunjukkan kerja sama dan semangat tinggi dalam menyukseskan kegiatan ini. Vira selaku panitia dari sie Publikasi dan Dokumentasi menyampaikan, “Walaupun persiapannya cukup singkat dan ada beberapa perubahan mendadak, panitia tetap kompak, dan mahasiswa terlihat sangat aktif berdiskusi dengan narasumber.” Melalui kolaborasi yang solid, kegiatan ini dinilai berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan inspiratif bagi seluruh peserta.

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Memberikan pengalaman pembelajaran internasional dan wawasan praktis tentang manajemen informasi di era digital kepada mahasiswa.

SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Mendorong penerapan inovasi teknologi seperti AI dalam pengelolaan informasi digital untuk mendukung efisiensi sistem perpustakaan modern.

SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Memperkuat kerja sama antara Universitas Negeri Malang dan Universiti Teknologi MARA Malaysia dalam bidang pendidikan dan riset informasi digital.

Kuliah Tamu Animasi: “Understanding Indonesia Animation” bersama Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds.

Kuliah Tamu Animasi: “Understanding Indonesia Animation” bersama Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds.

Program Studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengundang Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds. sebagai dosen tamu pada kegiatan kuliah tamu (guest lecture) yang mengangkat tema tentang “Understanding Indonesia Animation”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 di Gedung Kuliah Bersama A19, Universitas Negeri Malang, pagi hari.

Perkembangan animasi di Indonesia saat ini menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah karya animasi lokal yang menembus pasar nasional maupun internasional. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui perjalanan animasi Indonesia dari awal hingga saat ini. Menyadari pentingnya pemahaman mendalam terhadap animasi tanah air, Program Studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kuliah tamu (guest lecture) bertajuk Understanding Indonesia Animation. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang yang harapannya dapat memperluas wawasan akademik dan profesional mahasiswa di industri ini.

Kuliah Tamu (Guest Lecture) Program Studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang ini bertujuan untuk memberi gambaran mendalam kepada mahasiswa mengenai bagaimana awal mula atau sejarah dari animasi Indonesia, bagaimana industri animasi Indonesia saat ini, dan apa saja ciri khas dari animasi Indonesia. Hal ini penting untuk dipahami oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Animasi karena pemahaman tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas kreatif mahasiswa sebagai calon animator profesional, calon pengusaha, atau calon peneliti animasi. Selain itu, pemahaman terhadap ciri khas animasi Indonesia akan mendorong mahasiswa untuk menciptakan karya yang orisinal, relevan secara budaya, dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Adapun harapan dari bapak Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds. sebagai narasumber adalah mahasiswa minimal mengetahui atau setidaknya pernah mendengar hal-hal yang dipaparkan tentang industri animasi di Indonesia sehingga di masa depan mahasiswa tidak bingung saat ingin melangkah. Selain itu, beliau juga berharap setelah mendatangi kelas ini, mahasiswa dapat terlatih soft skills dan kemampuan business management-nyadalam dunia animasi.

Materi tentang Understanding Indonesia Animationini dipaparkanbapak Dr. Andrian Wikayanto bertujuan agar mahasiswa memahami sejarah, perkembangan, dan ciri khas dari industri kreatif animasi. Materi ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa animasi karena dalam pemaparannya, bapak Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds. menekankan tentang soft skills dan kemampuan business management yang ternyata sangat penting untuk dimiliki oleh seorang animator. Harapannya, mahasiswa Program Studi Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang tidak hanya terampil dalam kemampuan teknis, tetapi juga memiliki soft skills dan business management yang baikagar karyanya dapat diterima di pasar global.

Kuliah tamu ini berlangsung interaktif. Mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada dosen tamu. Dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 di Gedung Kuliah Bersama A19 Universitas Negeri Malang, acara ini berlangsung lancar. Hal ini didukung oleh antusias mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Animasi yang aktif bertanya dan memerhatikan materi yang dipaparkan dengan baik. Menurut bapak Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T. yang merupakan kepala program studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, kehadiran dosen tamu praktisi yang juga sering melakukan penelitian terkait animasi di BRIN  (Badan Riset dan Inovasi Nasional) merupakan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk mengambil pengalaman yang dimiliki bapak Dr. Andrian Wikayanto, M.Ds. Interaksi yang terjalin selama kuliah tamu ini menciptakan ruang dialog yang efektif. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat kolaboratif dan memperkuat kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi secara profesional di industri animasi tanah air.

Menurut Trixie Zaneta Anramus yang merupakan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Animasi Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang Angkatan 2025, banyak hal menarik yang didapat dari kegiatan ini, salah satunya adalah bahwa ternyata Indonesia telah memproduksi animasi sejak tahun 90-an. Ia juga jadi tahu bagaimana sejarah animasi muncul pertama kali di Indonesia. Trixie juga mencatat bahwa menjadi seorang animator tidak hanya harus mampu dalam hal teknik tetapi juga harus mampu menjual skill yang dimiliki karena ternyata dunia animasi juga termasuk ke dalam perputaran ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Quality Education dan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Decent Work and Economic Growth.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – QUALITY EDUCATION: mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di bidang animasi.

SDG 8 – DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH: Mendorong pertumbuhan bisnis kreatif animasi tanah air.

Tim DUSLIC Universitas Negeri Malang Hadirkan Mesin Inovatif, Laksana Kita Kini Produksi Keripik Dua Kali Lebih Cepat

Tim DUSLIC Universitas Negeri Malang Hadirkan Mesin Inovatif, Laksana Kita Kini Produksi Keripik Dua Kali Lebih Cepat

 Malang – Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin pemotong otomatis “DUSLIC” yang diterapkan di Home Industry Laksana Kita, Singosari, Kabupaten Malang.

Inovasi ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap pelaku usaha kecil yang masih mengandalkan proses manual dalam produksi keripik tempe dan pisang. Dengan adanya mesin DUSLIC, proses pemotongan kini menjadi jauh lebih cepat, rapi, dan seragam, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.

Ketua tim menjelaskan bahwa mesin ini dirancang agar mudah digunakan oleh pelaku industri rumahan. Tim juga memberikan pendampingan langsung kepada mitra mulai dari tahap instalasi, pelatihan penggunaan, hingga perawatan mesin, agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program yang dilaksanakan sejak pertengahan tahun ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui sinergi antara inovasi dan pengabdian, tim DUSLIC berharap teknologi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk bertransformasi menuju proses produksi yang modern dan efisien.

Perwakilan mitra, Bapak Sasang, pemilik Home Industry Laksana Kita, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kehadiran mesin ini membawa perubahan besar bagi usaha rumahan yang telah dijalankannya selama puluhan tahun.

Dengan semangat kolaborasi dan penerapan teknologi, Tim DUSLIC UM menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan menjadi langkah kecil menuju kemajuan industri lokal di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Kampus untuk Nusantara: Kolaborasi FV dan Dekranasda Jatim Wujudkan Ekonomi Kreatif yang Inklusif Berbasis Teknologi untuk Ekosistem Pendidikan yang Produktif dan Berkelanjutan

Dari Kampus untuk Nusantara: Kolaborasi FV dan Dekranasda Jatim Wujudkan Ekonomi Kreatif yang Inklusif Berbasis Teknologi untuk Ekosistem Pendidikan yang Produktif dan Berkelanjutan

Malang, 18 Oktober 2025 – Fakultas Vokasi (FV) Universitas Negeri Malang memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menandatangani Komitmen Bersama (MoU) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang inklusif dan berbasis teknologi, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.

Penandatanganan yang berlangsung di Universitas Negeri Malang yang bertepatan dengan pelaksanaan Dies Natalis UM ke-71, bukan sekadar ritual formal, melainkan sebuah langkah nyata dalam mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah wujud nyata dari semangat link and match.
“Ini adalah momen dimana teori di kampus bertemu dengan praktik riil di lapangan. Kami tidak hanya ingin menciptakan lulusan yang siap kerja, tetapi juga yang mampu menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Dekranasda Jatim, kami akan mengintegrasikan kekuatan teknologi, kearifan lokal, dan prinsip-prinsip hijau dalam setiap proyek pengajaran dan penelitian kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak, mengapresiasi inisiatif ini. Ia menekankan bahwa sentuhan teknologi dan inovasi dari dunia kampus sangat dibutuhkan untuk mengangkat nilai tambah dan daya saing produk kerajinan dan UMKM Jawa Timur di kancah global.

“Kami memiliki kekayaan budaya dan pengrajin yang luar biasa. Namun, tantangan di era digital adalah bagaimana produk-produk ini dapat diakses lebih luas, dikemas dengan lebih modern, dan diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan. Sinergi dengan Fakultas Vokasi UM akan membuka akses terhadap solusi-solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut,” paparnya.

Bentuk Kolaborasi dan Dampak Langsung

Kerja sama ini akan diwujudkan dalam beberapa program konkret, di antaranya:

    1. Magang dan Proyek Bersama: Mahasiswa FV akan terlibat langsung dalam proyek riil bersama pengrajin binaan Dekranasda, seperti optimalisasi e-commerce, digital branding, hingga penerapan teknologi sederhana untuk efisiensi produksi.
    2. Riset dan Inovasi Berkelanjutan: Dosen dan mahasiswa akan melakukan penelitian untuk mengembangkan eco-design, kemasan ramah lingkungan, dan strategi daur ulang limbah kerajinan, yang langsung dapat diimplementasikan oleh UMKM.
    3. Pembangunan Pusat Inovasi Kewirausahaan: Kolaborasi ini akan memicu lahirnya pusat inkubasi bisnis di kampus yang khusus mendukung startup-startup di sektor ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
    4. Pertukaran Keahlian: Para pengrajin akan berbagi ilmu kearifan lokal (local wisdom) kepada sivitas akademika, sementara dosen dan mahasiswa akan memberikan pelatihan digitalisasi dan manajemen usaha modern.


      Memperkuat Pilar Green Campus
      Kolaborasi ini juga menjadi penopang utama terwujudnya Green Campus. “Kami tidak hanya memaknai Green Campus sebagai lingkungan fisik yang hijau, tetapi sebagai ekosistem yang berkelanjutan secara keseluruhan,” tambah Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri Malang.

      Dekan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Muladi. S.T., M.T, menyatakan “Dengan lahirnya wirausaha-wirausaha muda yang sadar lingkungan, produk-produk hijau yang digunakan di kampus, dan kurikulum yang menyatu dengan prinsip SDGs, kami sedang membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Ini adalah praktik nyata dari konsep ‘Kampus Hijau’ yang kami usung.”


      Diharapkan, kolaborasi antara FV dan Dekranasda Jatim ini dapat menjadi model percontohan bagi kemitraan serupa di seluruh Nusantara, membuktikan bahwa dunia pendidikan dan pelaku ekonomi kreatif dapat bersinergi untuk menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang positif dan berkesinambungan.

Cetak Lulusan Siap Kerja dan Peduli Lingkungan: Fakultas Vokasi Luncurkan Laboratorium Pemasaran Berbasis SDGs Sebagai Inovasi Pendidikan Vokasi

Cetak Lulusan Siap Kerja dan Peduli Lingkungan: Fakultas Vokasi Luncurkan Laboratorium Pemasaran Berbasis SDGs Sebagai Inovasi Pendidikan Vokasi

Malang, 20 Oktober 2025 – Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui peluncuran resmi “MARK + Vokasi”, sebuah laboratorium praktik langsung bagi Program Studi Manajemen Pemasaran yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan keberlanjutan dalam setiap aspek operasinya.

Laboratorium yang diresmikan pada Senin, 20 Oktober 2025 oleh Dekan Fakultas Vokasi ini, merupakan terobosan inovatif dalam pendidikan vokasi. Mini market ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli, tetapi menjadi ruang kelas nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan teori pemasaran dalam bingkai bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muladi, S.T., M.T., selaku Dekan Fakultas Vokasi, menekankan bahwa inovasi ini selaras dengan visi pendidikan yang relevan dengan tantangan global.

“Era saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki mindset berkelanjutan. Melalui laboratorium pemasaran berbasis SDGs ini, kami mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia industri yang semakin mengutamakan praktik ESG (Environmental, Social, and Governance). Ini adalah bentuk nyata dari link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini,” ujarnya.

Keterkaitan dengan SDGs dan Dampak bagi Green Campus
Keberadaan Mini Market Vokasi ini secara langsung berkontribusi pada beberapa tujuan SDGs, sebagaimana yang diadvokasikan oleh Localise SDGs Indonesia (https://localisesdgs-indonesia.org/), di antaranya: 

    1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Laboratorium ini merupakan bentuk experiential learning yang memungkinkan mahasiswa mengasah kompetensi pemasaran, kewirausahaan, dan manajemen ritel secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan.
    2. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – Dengan keterampilan lengkap yang dimiliki, lulusan diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja atau menjadi tenaga kerja unggulan di sektor ritel dan pemasaran yang hijau (green jobs).
    3. SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – Mini market ini akan menjadi percontohan dengan menjual produk-produk lokal (UMKM), menggunakan kemasan ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik, dan menerapkan sistem daur ulang.
      Dampak positifnya terhadap program Green Campus juga sangat nyata. Keberadaan mini market ini akan mengurangi jejak karbon kampus dengan mempromosikan produk lokal, mendorong budaya zero waste di kalangan civitas akademika, dan menjadi pusat edukasi bagi seluruh mahasiswa tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

      Simulasi dan Praktik Langsung bagi Mahasiswa
      Bagi mahasiswa Prodi Manajemen Pemasaran, laboratorium ini menjadi ajang praktik yang sangat berharga. Mereka akan terlibat langsung dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen persediaan, strategi pemasaran hijau (green marketing), branding produk lokal, pengelolaan keuangan, hingga layanan pelanggan yang beretika.
      Rayie Tariaranie Wiraguna, S.E., M.M., selaku Ketua Program Studi menyampaikan antusiasmenya, “Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar menjual. Mereka belajar menjual dengan nilai tambah. Mereka akan merancang kampanye untuk produk ramah lingkungan, menganalisis perilaku konsumen terhadap produk hijau, dan mengelola bisnis ritel yang memprioritaskan planet dan manusia. Pengalaman ini akan menjadi pembeda mereka di dunia kerja
      Dengan diluncurkannya Mini Market Fakultas Vokasi ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya sekadar membuka tempat usaha baru, tetapi sedang menanamkan benih bagi lahirnya para pemimpin bisnis masa depan yang kompeten, kreatif, dan memiliki tanggung jawab moral terhadap kelestarian bumi.