Bukti Audit, Kertas Kerja, dan Teknologi dalam Audit Modern: Komitmen Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Memperkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Audit

Bukti Audit, Kertas Kerja, dan Teknologi dalam Audit Modern: Komitmen Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Memperkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Audit

Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM), menyelenggarakan kuliah tamu bertema “Bukti dan Kertas Kerja Audit” pada Kamis, 13 November 2025. Acara berlangsung di Gedung Kuliah Bersama A19 UM mulai pukul 09.00 hingga 12.40 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Kholilah, S.E., M.S.A., Ak., CA., CFA., CAP, dan dimoderatori oleh Inanda Shinta Anugrahani, S.E., M.A.

Dalam penyampaiannya, Dr. Kholilah memaparkan konsep fundamental mengenai bukti audit, peran esensial kertas kerja audit, serta perkembangan teknologi dalam audit internal. Ia menjelaskan bahwa kualitas audit sangat ditentukan oleh kecukupan dan ketepatan bukti yang dikumpulkan, serta bagaimana bukti tersebut didokumentasikan dalam kertas kerja audit yang sistematis. Kertas kerja audit, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai dasar pengambilan kesimpulan auditor, tetapi juga sebagai alat untuk memastikan konsistensi, akurasi, dan integritas proses audit secara keseluruhan.

Dr. Kholilah menekankan bahwa perkembangan teknologi telah membawa transformasi signifikan dalam audit internal. Digitalisasi memungkinkan auditor mengumpulkan bukti secara lebih cepat, akurat, dan dapat dilacak. Penggunaan audit software, data analytics, continuous auditing, dan sistem berbasis cloud mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi audit, sekaligus meminimalkan risiko human error. Beliau juga menguraikan bahwa teknologi audit modern memungkinkan auditor menguji populasi data secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan sampel. Hal ini meningkatkan reliabilitas bukti audit yang dikumpulkan, serta membantu auditor mendeteksi anomali atau potensi fraud secara lebih komprehensif.

Dalam kuliah tamu ini, Dr. Kholilah turut menjelaskan bagaimana audit internal berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7, 8, 9, dan 12. Audit internal memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta berbasis data, sehingga lembaga publik maupun organisasi bisnis dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Proses audit yang berkualitas memastikan organisasi menerapkan prinsip tata kelola yang adil, akuntabel, dan bebas kecurangan. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan mendukung pertumbuhan ekonomi (SDG 8). Audit internal membantu memastikan program pembangunan infrastruktur dan inovasi berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memiliki pelaporan yang dapat dipercaya (SDG 9). Audit membantu mengawasi manajemen produksi, manajemen limbah, dan praktik keberlanjutan lain agar sesuai dengan standar yang ditetapkan (SDG 12).

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai bagaimana bukti dan kertas kerja audit menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas audit internal. Dengan penyajian materi yang komprehensif dan relevan, Dr. Kholilah menegaskan bahwa auditor internal tidak hanya bertugas memeriksa kepatuhan, tetapi juga memastikan tata kelola organisasi mendukung prinsip keberlanjutan dan akuntabilitas publik. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa bahwa peran auditor internal semakin strategis di era digital. Selain memastikan kualitas proses bisnis, auditor internal juga berkontribusi langsung dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, peningkatan transparansi, serta penguatan kualitas pengambilan keputusan dalam organisasi.

Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Fakultas Vokasi UM: Bahas Akuntabilitas Perilaku dalam Pelaporan Publik untuk Mencapai Harmonisasi Tata Kelola Sektor Publik

Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM), menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Behavioral Public Accountability and Behavioral Bias in Public Reporting” pada Selasa, 11 November 2025. Acara dilaksanakan di Aula Kenanga, Gedung B32 Fakultas Vokasi UM, mulai pukul 09.00 hingga 12.40 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), yaitu Dr. Arif Widyatama, S.E., M.S.A., CSRS, dan dimoderatori oleh Meirna Puspita Permatasari, S.E., M.Ak.

Dalam paparannya, Dr. Arif mengangkat fenomena menarik mengenai tantangan pelaporan publik dan akuntabilitas kebijakan, terutama terkait isu lingkungan dan sosial. Salah satu pertanyaan kunci yang dibahas adalah: “Mengapa kebijakan lingkungan dan sosial sering gagal meskipun sudah ada undang-undangnya?” Menurut Dr. Arif, jawaban atas persoalan tersebut tidak hanya terletak pada aspek regulasi, tetapi juga pada aspek perilaku manusia yang memengaruhi proses pengungkapan informasi publik. Ia menekankan bahwa bias perilaku, persepsi risiko, kepentingan kelompok, dan dinamika psikologis dalam organisasi publik dapat memengaruhi kualitas pelaporan serta implementasi kebijakan.

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa pendekatan akuntabilitas berbasis perilaku diperlukan untuk memastikan bahwa regulasi bukan hanya bersifat formal, tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif. Transparansi dan integritas pelaporan publik, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh bagaimana individu dalam organisasi memahami, menilai, dan menindaklanjuti tanggung jawab mereka.

Pembahasan dalam kuliah tamu ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dr. Arif menunjukkan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan-tujuan tersebut sangat berkaitan dengan akuntabilitas publik yang kuat. Misalnya, pelaporan energi dan lingkungan (SDG 7 dan SDG 12) memerlukan transparansi dan kejujuran dalam penyajian data; implementasi kebijakan industri dan inovasi (SDG 9) membutuhkan integritas dalam evaluasi program; sementara penciptaan pekerjaan yang layak (SDG 8) berkaitan dengan pelaporan yang akurat dan bebas bias mengenai indikator ekonomi.

Kegiatan kuliah tamu ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa mengenai akuntansi sektor publik, tetapi juga menguatkan pemahaman mereka bahwa keberhasilan kebijakan publik sangat ditentukan oleh perilaku manusia di balik proses pelaporan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif yang lebih komprehensif dan kritis dalam memahami peran akuntan publik di era pembangunan berkelanjutan.

Kuliah Tamu Tata Boga UM 2025: Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Tema “Hygiene, Sanitation & Food Safety”

Kuliah Tamu Tata Boga UM 2025 merupakan kegiatan akademik yang diselenggarakan Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang. Acara ini dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 di Aula Kenanga Gedung A20 dengan menghadirkan dua narasumber dari Malaysia, yaitu Dr. Arnieyantie Abdul Hadi dan PM Ts. Dr. Norfezah Md Nor.

Kegiatan ini diikuti oleh 160 mahasiswa dan berfokus pada peningkatan pemahaman terkait Hygiene, Sanitation, & Food Safety, termasuk implementasi Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai standar industri kuliner modern. Paparan narasumber diperkaya dengan contoh aplikatif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang mendorong mahasiswa memahami urgensi keamanan pangan dalam konteks industri global.

Perkembangan industri kuliner menuntut tenaga profesional yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kompetensi kuat terkait kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan. Ancaman kontaminasi, foodborne disease, serta meningkatnya standar konsumen terhadap kualitas makanan menjadikan aspek food safety sebagai pilar utama yang tidak dapat diabaikan. Sebagai institusi pendidikan vokasi, Universitas Negeri Malang memandang penting pembekalan kompetensi praktis dan teoretis yang selaras dengan standar internasional. Melalui kuliah tamu dengan narasumber berpengalaman dari luar negeri, mahasiswa memperoleh perspektif global mengenai praktik keamanan pangan tepercaya, sejalan dengan kebutuhan industri saat ini. Kegiatan ini juga menjadi strategi institusional dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait ketahanan pangan, kesehatan, dan pendidikan berkualitas.

  1. Meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menerapkan prinsip hygiene, sanitasi, dan keamanan pangan sesuai standar GMP dan HACCP.
  2. Memberikan wawasan internasional mengenai praktik terbaik food safety melalui narasumber dari Malaysia.
  3. Menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri kuliner modern dengan dasar pengetahuan yang kuat dan aplikatif.
  4. Mendorong kesadaran akan pentingnya food safety sebagai bagian dari upaya menciptakan produk kuliner yang aman, sehat, dan layak konsumsi.
  5. Mendukung integrasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran vokasi, terutama terkait SDG 2, SDG 3, SDG 4, dan SDG 12.

Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang sukses menyelenggarakan Kuliah Tamu bertema “Hygiene, Sanitation & Food Safety” pada Rabu, 29 Oktober 2025 di Aula Kenanga Gedung A20. Kegiatan ini menghadirkan dua pakar dari Malaysia—Dr. Arnieyantie Abdul Hadi dan PM Ts. Dr. Norfezah Md Nor—yang memberikan pemaparan mendalam mengenai penerapan standar keamanan pangan global, termasuk Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Acara diikuti oleh 160 mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga yang antusias mempelajari bagaimana standar internasional tersebut diterapkan dalam industri kuliner modern. Melalui pemaparan yang aplikatif, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh contoh nyata dari praktik industri di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M., Wakil Dekan I Fakultas Vokasi UM, menegaskan bahwa kompetensi keamanan pangan merupakan aspek fundamental yang harus dikuasai mahasiswa tata boga agar mampu menghasilkan produk yang aman dan layak konsumsi. Hal ini selaras dengan upaya UM dalam mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 3 (Good Health and Well-being).

Ketua pelaksana, Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., menambahkan bahwa pemahaman mengenai hygiene dan sanitasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan industri kuliner yang semakin ketat.

Kegiatan kuliah tamu ini menghasilkan sejumlah capaian yang signifikan. Mahasiswa memperoleh wawasan komprehensif mengenai konsep hygiene, sanitasi, dan food safety serta implementasinya dalam proses produksi kuliner. Mereka juga mendapatkan pemahaman mendalam terkait GMP dan HACCP, mulai dari identifikasi potensi bahaya hingga langkah pengawasan titik kendali kritis.

Selain itu, sesi diskusi dan tanya jawab turut memperkuat kemampuan analitis mahasiswa dalam mengaitkan teori dengan praktik industri. Kegiatan ini juga membuka jejaring internasional antara Program Studi Tata Boga UM dan akademisi luar negeri yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama riset maupun pengembangan kurikulum. Yang tidak kalah penting, mahasiswa semakin sadar akan urgensi produksi pangan aman dan berkelanjutan dalam konteks global.

Melalui agenda ini, UM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung SDG 4 (Quality Education) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan terhubung dengan kebutuhan dunia industri.

Kuliah tamu ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, penyerahan kenang-kenangan, serta foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kompetensi mahasiswa dan membangun budaya produksi pangan yang aman, higienis, dan berstandar internasional.

Kontribusi terhadap SDGs:

Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan:
SDG 2 – Zero Hunger Meningkatkan kompetensi dalam produksi makanan aman dan berkualitas mendukung ketahanan pangan nasional dan kesehatan masyarakat.
SDG 3 – Good Health and Well-being Edukasi mengenai pengendalian bahaya pangan membantu mencegah risiko penyakit akibat makanan (foodborne illnesses).
SDG 4 – Quality Education Menghadirkan narasumber internasional memperkaya kualitas pembelajaran vokasi berbasis praktik terbaik industri global.
SDG 12 – Responsible Consumption and Production Penerapan prinsip hygiene, sanitasi, dan keamanan pangan mendorong proses produksi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Talkshow “Smart Collaboration” bersama Rumah BUMN, UMKM, dan keuangan digital untuk generasi bisnis baru.

Talkshow “Smart Collaboration” bersama Rumah BUMN, UMKM, dan keuangan digital untuk generasi bisnis baru.

Pada Selasa, 28 Oktober 2025, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengadakan seminar talkshow “Smart Collaboration” yang menghadirkan lima narasumber inspiratif, yaitu perwakilan dari Rumah BUMN Malang,  pelaku UMKM olahan apel Kota Batu, serta Pegadaian sebagai mitra keuangan digital.  Berlokasi di Aula GKB A20, Mahasiswa Fakultas Vokasi terlihat antusias mengikuti pemaparan narasumber yang dapat menjadi bekal bagi calon wirausaha di tengah dinamika ekonomi digital.

Sebagai bentuk upaya memperluas wawasan mahasiswa Vokasi mengenai praktik kolaborasi bisnis di era sekarang, Talk Show “Smart Collaboration” mengundang berbagai narasumber dari kalangan industri dan lembaga keuangan. Talk show ini menjadi wadah belajar bagi mahasiswa untuk mengenal praktik dunia usaha dan keuangan yang relevan dengan kebutuhan generasi bisnis masa kini. Melalui diskusi inspiratif ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa mengenai praktik nyata kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan sebagai bekal menghadapi dunia profesional. Melalui Kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menumbuhkan semangat inovatif dalam membangun karier dan jejaring profesional di masa depan. Ketua pelaksana, Ibu Marsya Aulia Rizkita,SE.,M.M., menyampaikan bahwa, “Harapannya setelah ada acara ini, tentu saja anak-anak Fakultas Vokasi bisa mendapatkan insight. Misalnya, kalau mereka punya bisnis yang masih kecil atau belum berkembang, mereka bisa berkonsultasi dengan dosen, bekerja sama dengan Rumah BUMN, dan mungkin dibantu pembiayaannya oleh BRI dan Pegadaian,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya implementasi hasil talk show dalam kegiatan kewirausahaan mahasiswa, “Benar, untuk implementasi kepada bisnis-bisnisnya mahasiswa yang ada di Fakultas Vokasi ini, agar bisa membantu mereka juga,” tambahnya.

Kegiatan talkshow ini sukses digelar di Aula GKB A20 dengan partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai program studi, terutama Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran dan Akuntansi. Narasumber dari Rumah BUMN, BRI, Pegadaian, serta Alfredo Dhilan, S.T., yang merupakan Pemilik UMKM Dilan Mesindo membagikan pengalaman dan wawasan mengenai praktik nyata pengembangan UMKM serta pengelolaan keuangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui sesi diskusi yang interaktif, mahasiswa tampak antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan seputar strategi bisnis, inovasi produk, serta peluang kolaborasi dengan lembaga keuangan.

Keterlibatan mahasiswa yang begitu antusias memperlihatkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan nilai tambah dalam pengembangan wawasan mereka, seperti disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Ibu Marsya Aulia Rizkita, S.E., M.M. Beliau menambahkan, “Kalau yang punya bisnis, bisa dimulai dari sekarang, mumpung banyak dosen di sini yang bisa membantu. Kita juga sudah bekerja sama dengan Rumah BUMN yang punya channel pembiayaan lengkap, jadi ini bisa memperkuat kolaborasi dan membantu mahasiswa mengembangkan usahanya,” ujar Beliau. Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Vokasi berupaya menjembatani dunia pendidikan dengan praktik industri nyata. Sehingga, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memahami penerapannya dalam dunia profesional yang dinamis.

Kontribusi terhadap SDGs:

SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Memberikan pengalaman pembelajaran praktis dan wawasan tentang praktik kolaborasi bisnis serta manajemen keuangan bagi mahasiswa.
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong mahasiswa memahami dunia usaha, inovasi UMKM, dan strategi pengembangan bisnis yang adaptif terhadap era digital.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Memperkuat kerja sama antara institusi pendidikan, pelaku industri, dan lembaga keuangan untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi generasi muda.

Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran: “Business Development and Sales Strategies: Building Trust in Muslim Markets” bersama PM DR. Shahir Akram Bin Hassan dan DR. Murni Binti Yusoff

Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran: “Business Development and Sales Strategies: Building Trust in Muslim Markets” bersama PM DR. Shahir Akram Bin Hassan dan DR. Murni Binti Yusoff

Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang mengundang PM DR. Shahir Akram Bin Hassan dan DR. Murni Binti Yusoff sebagai dosen tamu pada kegiatan Kuliah Tamu (Guest Lecture) yang mengangkat tema tentang “Business Development and Sales Strategies: Building Trust in Muslim Markets”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Aula Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

Dalam era globalisasi dan digitalisasi, pasar Muslim menjadi salah satu segmen yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, baik secara lokal maupun internasional. Menurut World Population Review tahun 2025, terdapat lebih dari dua miliar Muslim di seluruh dunia. Hal ini menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua dunia. Menurut data dari World Population Review  tahun 2024, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim tertinggi di dunia yang mencapai 242.700.000 yang merupakan 12.27% dari total keseluruhan Muslim di dunia. Data ini menunjukkan bahwa terdapat potensi yang luas dalam bisnis halal dan syariah. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang melek tentang bisnis di pasar Muslim. Kemampuan dalam memasarkan dan membangun kepercayaan dalam pasar Muslim sangat penting untuk bersaing dan berkembang di pasar ini.

Kepercayaan dalam pasar Muslim tidak hanya didasarkan pada kualitas produk, tetapi juga pada komitmen terhadap prinsip halal, etika bisnis, transparansi, dan kepedulian sosial. Hal ini didukung oleh Survei Top Halal Index 2024, IMR yang berupaya memahami sikap konsumen milenial di enam kota besar terhadap persepsi mereka tentang produk halal. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa di sektor Food and Beverages dan Resto/Cafe halal menjadi faktor utama yang dipertimbangkan saat memilih produk. Oleh karena itu, untuk mencapai level bisnis yang stabil dan dapat bersaing, produsen harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam praktik bisnis sehari-hari. Hal ini dapat mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SGDSs) poin 8 tentang  Decent Work and Economic Growthyang mana berkembangnya bisnis di pasar Muslim dapat berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi.

Kuliah Tamu (Guest Lecture) Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai pendekatan strategis dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen Muslim melalui pembangunan kepercayaan. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, harapannya mahasiswa dapat mengimplementasikan teori pada kegiatan bisnisnya di masa depan sehingga bisnis tersebut dapat bersaing baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.

Dalam pemaparannya pada Kuliah Tamu (Guest Lecture) Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, PM DR. Shahir Akram Bin Hassan dan DR. Murni Binti Yusoff memaparkan materi tentang “Business Development and Sales Strategies: Building Trust in Muslim Markets” yang membuat mahasiswa memahami strategi bisnis seperti apa yang baiknya diterapkan untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar Muslim. Materi ini sangat relevan dengan isu terkait inklusivitas terhadap produk halal. Dengan meluasnya bisnis yang halal dan sesuai syariah, harapannya dapat mengurangi ketimpangan akses pasar dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim serta dapat memperluas lapangan pekerjaan yang layak sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan SGDs 8 (Decent Work and Economic Growth).

Kuliah tamu ini berlangsung interaktif. Terdapat sesi tanya jawab di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada kedua dosen tamu. Kuliah tamu ini dipandu oleh Della Ayu Zona Lia, S.Ab., M.Ab. yang merupakan dosen Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang sebagai moderator. Selain itu, terdapat kegiatan pengundian doorprize sebagai sesi hiburan. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam acara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 07:20 – 12:00 WIB di Aula Perpustakaan Universitas Negeri Malang yang dihadiri oleh mahasiswa dari dua jurusan yaitu Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran dan Sarjana Terapan Akuntansi angkatan 2025.

Menurut Andyni Dwi Enno Vany Putri, peserta kuliah tamu yang merupakan mahasiswi Sarjana Terapan Manajemen Pemasaran angkatan 2025, dari kegiatan ini, peserta mendapat ilmu tentang bagaimana UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dapat memanfaatkan jaringan sosial dan komunitas Islam untuk memperkuat strategi pemasaran. “Saya akan mempelajari dan mengaplikasikan (ilmu yang didapat) saat mendapat kesempatan,” ucap Andyni saat diwawancara terkait kegiatan kuliah tamu ini. Dengan motivasi internal yang kuat untuk tumbuh, mahasiswa Fakultas Vokasi pasti akan dapat menjadi pelaku bisnis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan budaya dalam membangun kepercayaan di pasar Muslim. Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan wawasan praktis dan nilai-nilai keberlanjutan yang selaras dengan prinsip SDGs.

Kontribusi terhadap SDGs:
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth: Mendorong pertumbuhan bisnis halal dan syariah melalui pembangunan kepercayaan di pasar Muslim.